Art Original
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI INDONESIA (Analysis Lanjut Data IFLS (Indonesia Family Life Survey) V 2014 )
ABSTRAK
Latar Belakang : Penyakit Tidak Menular saat ini menjadi perhatian yang sangat penting pada
sektor kesehatan masyarakat, karena memiliki predikat sebagai penyebab tinggi angka
kesakitan dan kematian disebabkan oleh PTM, seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes,
kanker, penyakit pernafasan, dan 80% terjadi di negara berpendapatan menengah ke bawah
(lower-middle income). Obesitas dan diabetes melitus kini tidak dianggap lagi sebagai masalah
kesehatan dinegara industri ,tetapi sebagai masalah di negara berkembang. Studi ini ditujukkan
untuk mempelajari hubungan Obesitas dengan Diabetes mellitus setelah dikontrol usia, jenis
kelamin,tingkat pendidikan, status pekerjaan, penghasilan,kepuasan bekerja,jam kerja, tempat
tinggal, lokasi tempat tinggal, status pernikahan, perilaku merokok, aktivitas fisik, frekuensi
makan/ hari, konsumsi makanan manis, konsumsi fast food, dan minuman bersoda pada
mereka yang berusia > 35 tahun di Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey V tahun
2014. Sampel sebanyak 4692 responden, semua variabel diukur menggunakan kuesioner yang
telah disusun oleh penyelenggara Indonesia Family Life Survey V tahun 2014.
Hasil : Analisis regeressi binary logistic menunjukkan usia dengan OR 82,2 , status pekerjaan
OR 45,1, perilaku merokok OR 25,5 , konsumsi fast food OR 9,9, kepuasan dalam bekerja OR
3,3 , dan Obesitas dengan OR 1,8 merupakan faktor yang dominan pada hubungan obesitas
dengan diabetes mellitus, sedangkan jenis kelamin, aktifitas fisik, dan frekuensi makan/ hari
merupakan faktor interaksi yang berhubungan antara obesitas dengan diabetes mellitus.
Kesimpulan : Factor yang berhubungan antara obesitas dengan diabetes mellitus, tergantung
dari usia, status pekerjaan, perilaku merokok, konsumsi fast food, kepuasan bekerja, dan
obesitas.
Kata Kunci : Obesitas, Diabetes Melitus, Usia, Status Pekerjaan, Perilaku Merokok,
Konsumsi Fast Food, Kepuasan dalam bekerja .
References : 40 (2000-2017)
Tidak tersedia versi lain